Sabtu, 25 April 2009

NIRMANA 3 DIMENSI

Yea, ini dia mata kuliah yang bikin mahasiswa pusing. Entah cara ngajar dosen yang bikin bingung atau mahasiswa sendiri yang butek. Yang jelas kawan-kawan koloni resah banyak sekali yang kebingungan apa itu nirmana 3 dimensi. Kebingungan ini biasa terjadi pada mahasiswa yang baru belajar nirmana, jadi, ente gak usah ngerasa bego kalo ngerasa bingung apa yang harus dibikin. Yang jago ngegambar juga biasa puyeng kalo disuruh bikin nirmana.
Nirmana bisa diartikan “tidak berbentuk”. Dosen tidak pernah memberi tahu apa definisi nirmana. Definisi ini penulis dapet dari seorang senior yang sok tau (Senior memang biasa sok pinter, sok ganteng, dan sok kuasa, tapi maafkanlah kelakuan mereka. Mereka masih anak-anak).Di kampus lain disebut juga trimatra atau desain trimatra. Jangan Tanya gimana kampus di jerman menyebutnya. Soal itu baiknya anda sendiri yang cari ilmunya yah! Nirmana ini terbagi dua, yang satu adalah nirmana 2 dimensi (disebut juga nirmana datar) yang bentuknya adalah gambar, dan satu lagi nirmana 3 dimensi yang bias dilihat dari berbagai arah. Tulisan ini hanya membahas nirmana 3 dimnsi saja.
Nah, berdasarkan definisi “tidak berbentuk” tadi, maka dalam membuat sebuah karya nirmana usahakan jangan bikin bentuk yang manusia sudah memberinya nama. Contoh misalnya “monumen”. Jangan pernah bikin miniatur monumen atau nilaimu akan buruk. Contoh lain misalnya “robot lalat”, wah itu salah besar maaaaan! Kalo bikinnya robot Gundam sebaiknya anda beli action figurenya saja.
Lantas bentuk apakah yang sebaiknya dibuat?
Pertanyaan bagus dan agak mengecoh. Jadi intinya buatlah suatu bentuk yang baru dengan memperhatikan aspek Irama, gerakan, dan unsur-unsur efek lainnya. Jika ada orang yang bilang karyamu itu seperti petromak atau benda lainnya, berarti kamu belum sukses dan dipersilakan menangis terkaing-kaing.
Bingung? Barangkali gambar-gambar ini bisa membantu.


Nirmana 3d karya M. Irvan, mahasiswa kopo (kodokphobia). Perhatikan bagaimana bentuk kotak itu bergerak berputar dari bawah ke atas dan ke berbagai arah. Manusia tak akan tahu ini benda apa. Nah bentuk seperti inilah yang harus anda buat.


Contoh lain karya Oktaviyus Belle. Perhatikan susunannya yang pendek berubah ke yang tinggi.

Karya Junaidi Agon. Efek berputar yang bagus sekali.

Tapi, karya karya diatas ternyata tidak bisa dilihat dari bawah, sebab terhalangi oleh alas, dan ini menjadi nilai minus bagi karya-karya tersebut. Coba kamu balikkan karya tersebut, maka yang akan kamu lihat adalah alas tempat karya tersebut menempel. Ingatlah bahwa 3 dimensi itu harus bisa dilihat dari berbagai arah. Pakai alas bukannya salah sih, tapi kurang baik aja. Ini contoh yang paling baik.


Karya Mamun Cool. Tak ada alas sama sekali sehingga bisa dilihat dari berbagai arah. Bujur sangkar yang tersusun seolah bergerak berputar dan semakin mengecil di bagian atasnya. Ini contoh yang bagus.

Karya Pocongrider. Susunannya sudah bagus, tapi bentuknya menyerupai lampu taman atau petromak. Ini bukan contoh yang bagus jadi jangan ditiru.

Oiya, karya-karya tersebuat dibuat dari bahan polyfoam dan ditempel dengan lem. Polifoam sejenis busa yang lebih padat dari stereofoam. Sifatnya agak lentur tapi akan patah bila dilipat. Tebalnya macam-macam dan harganya juga cukup murah. Cocok dipakai untuk berkreasi ngabisin waktu buat yang pengangguran. (pocong)

4 komentar:

  1. nice info.... ntar posting trus ya smua hal tentang nirmana datar ny.. maklum,,, saya ini mahasiswa baru... jdi saya menganggap blog ini sebagai inspirasi saya dalam berkarya... teruskan...

    BalasHapus
  2. motongnya pake apa?

    BalasHapus
  3. postingan yang bagus, dan memberikan referensi yang baik. kalo bisa kunjungi juga blog saya di
    http://yayukariyanti.blog.stisitelkom.ac.id/
    terimakasih

    BalasHapus